Bicara MyKhilafah

Politics Islam
 
IndeksIndeks  FAQFAQ  PencarianPencarian  PendaftaranPendaftaran  AnggotaAnggota  GroupGroup  Login  

Share | 
 

 Wanita menyuarakan kebangkitan Islam

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
MUHAMMAD SAIFULLAH



Jumlah posting : 140
Registration date : 18.11.06

PostSubyek: Wanita menyuarakan kebangkitan Islam   Sun Dec 21, 2008 1:50 pm

Saaatnya Perempuan Berbicara, di Berbagai Kota dan Daerah Ingin Khilafah & Menolak Kapitalisme
Sunday, 21 December 2008 09:22


Syabab.Com - Sepanjang Desember ini, ribuan perempuan dari Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia di berbagai kota di seluruh Indonesia berbicara, menolak kapitalisme dan menyerukan penegakkan Syariah dan Khilafah. Bulan di mana di dalamnya terdapat hari ibu ini, benar-benar istimewa sebagai momentum, saatnya Muslimah berbicara. Mereka menggelar berbagai kegiatan dengan satu tema, "Saatnya Perempuan Bicara Masa Depan Menuju Indonesia Besar, Kuat dan Terdepan dalam Naungan Khilafah".

Berbagai kegiatan digelar, mulai dari dialog muslimah, diskusi publik, seminar, tabligh akbar, talk show, forum tokoh dan kegiatan besar lainnya seperti Konferensi Muslimah Nasional hingga Aksi Muslimah Nasional.

Konferensi Muslimah Nasional yang digelar dari tanggal 13 - 18 Desember diadakan di enam kota. Di Yogyakarta, Sabtu, 13/12/08, sekitar 700 muslimah menghadiri Gedung Multi Purpose UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta untuk mengikuti Konferensi Muslimah Nasional di kota tersebut bertema, "Selamatkan Indonesia dari Kapitalisasi & Liberalisasi Pendidikan Khilafah."

Pada hari yang sama, di Medan, Sumatera Utara, sekitar 550 muslimah dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari dosen, birokrat, aktivis parpol dan mahasiswa ikut serta dalam Konferensi Muslimah Nasional. Konferensi yang bertajuk "Save Ther World From Hegemony of Global Capitalism with Caliphate" ini menghadirkan dua orator, yaitu, Dra. Latifah Hanum, MA (Dosen Universitas Islam Sumatera Utara ) dan Dra. Lusiana Andriani Lubis, MA ( Dosen Universitas Sumatera Utara), serta dua pembicara, yaitu, Ir. Rezkiana Rahmayanti ( Dewan Pimpinan Pusat MHTI ) dan Dr. Rini, M.Si (Dewan Pimpinan Pusat MHTI ).

Di Surabaya, sekitar 500 lebih kalangan akademisi dan intelektual dari Jawa Timur menghadiri konferensi serupa, Ahad, 14/12/08. Konferensi ini mengangkat tema, "Selamatkan Bangsa dari Skenario Neoliberalisme Melalui Intelektual Indonesia Besar, Kuat Terdepan dalam Naungan Khilafah Islamiyyah". Sejumlah narasumber hadir dalam acara tersebut, diantaranya Faizah aR-Rosyidah dari DPP Muslimah HTI, Nida Sa'adah pengamat ekonomi dan Dyah Hikmawati, S.Si, M.Si Peneliti Senior dan Dosen Universitas Airlangga Surabaya.

Selamatkan perempuan dari jeratan demokrasi dan kapitalisme Secara garis besar, persoalan yang tengah dihadapi umat saat ini mencakup masalah ekonomi dan pendidikan. Keterpurukan yang dialami masyarakat tidak lepas dari jeratan kapitalisme dan liberalisme global.

Dyah mencontohkan hadirnya UU yang membuka ruang bagi pendidikan asing masuk ke Indonesia. “Apakah mungkin dengan dengan pendidikan asing bisa membuat kurikulum berbasis Indonesia. Mereka memaksakan liberalisme melalui otonomi kampus,” ujar Dyah di hadapan ratusan peserta.

Sementara itu, Di Makassar, Konferensi Muslimah Indonesia Timur digelar pada Hari Selasa, 16/12/08, dengan mengangkat tema, "Selamatkan Kekayaan Alam Indonesia Timur, Cegah Disintegrasi Bangun Bangsa Besar dengan Khilafah". Jurubicara Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia, Febrianti Abbasuni berkaitan dengan pelaksanaan konferensi itu menegaskan bahwa Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia menolak kapitalisme karena sistem ini identik dengan penjajahan.

“Kapitalisme memfasilitasi ketamakan kaum kapitalis untuk terus mengembangkan kekayaannya untuk pertumbuhan ekonomi. Besarnya sebuah negara kapitalis mengharuskan adanya negara lain yang menderita karena dihisap kekayaannya oleh negara kapitalis tersebut,” katanya.

Di Bogor, kaum Muslimah dari berbagai daerah di Jawa Barat menghaadiri kegiatan Konferensi Muslimah Nasional berlangsung di IPB International Convention Center (IICC ) Botani Square, Rabu, 18/12/08. Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) menyerukan kepada perempuan Indonesia untuk meninggalkan kapitalisme yang sudah terbukti tidak menjamin kesejahteraan tiap individu rakyat. Di samping itu, Muslimah HTI juga menyerukan kepada perempuan Indonesia agar memperjuangkan syariah dan khilafah, kerena engan syariah berarti mendapatkan ideologi yang benar untuk kemajian Indonesia, yaitu ideologi Islam.

“Dengan ideologi Islam, kita mendapatkan sistem ekonomi yang menjamin kemajuan Indonesia. Dengan sistem ekonomi Islam yang diterapkan, akan dapat mensejahterakan rakyat, membuat negara menjadi besar, kuat dan terdepan, antara lain karena Islam menetapkan bahwa kekayaan yang menguasai hidup orang banyak merupakan milik seluruh rakyat dan dikelola oleh negara,” pungkasnya.

Adapun, aksi Muslimah Nasional berlangsung di berbagai daerah mulai dari NAD, Pekanbaru, Medan, Padang, Palembang, Bangka, Jambi, Lampung, Banten, Jakarta, Bandung, Cirebon, Solo, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Palangkaraya, Samarinda, Banjarmasin, Balikpapan, Kendari, Palu, Mataram, Gorontalo, Ternate, Makassar hingga Jayapura.

Di Surabaya dan Jakarta, dikabarkan hari ini ribuan Muslimah akan bergabung dalam aksi Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia ini. Demikian juga di beberapa daerah lainnya.

“Dengan berbagai kondisi yang menimpa mereka, sudah saatnya mereka menyadari bahwa hal itu terjadi karena sistem yang selama ini menekan yang diterapkan atas mereka itu entah itu berupa demokrasi atau kapitalisme tidak sama sekali memberikan kesejahteraan kepada mereka. Dan sebaliknya demokrasi dan kapitalisme menjadi alat untuk mengeksploitasi mereka,” ujar Asma Amina, Koordinator aksi Muslimah HTI Jawa Timur. [f/m/z/hti/syabab.com]
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
 
Wanita menyuarakan kebangkitan Islam
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
Bicara MyKhilafah :: Aktiviti Dakwah dan berkaitan-
Navigasi: