Bicara MyKhilafah

Politics Islam
 
IndeksIndeks  FAQFAQ  PencarianPencarian  PendaftaranPendaftaran  AnggotaAnggota  GroupGroup  Login  

Share | 
 

 sepatu untuk bush

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
MUHAMMAD SAIFULLAH



Jumlah posting : 140
Registration date : 18.11.06

PostSubyek: sepatu untuk bush   Mon Dec 15, 2008 10:07 pm



hebat!!!
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
MUHAMMAD SAIFULLAH



Jumlah posting : 140
Registration date : 18.11.06

PostSubyek: Re: sepatu untuk bush   Wed Dec 17, 2008 8:01 am

Ribuan Warga Tuntut Pembebasan Pelempar Sepatu, Penguasa Boneka Merasa Malu
Tuesday, 16 December 2008 16:51

Syabab.Com - Ribuan warga Irak turun ke jalan menuntut pembebasan reporter yang melempar sepatu ke muka Presiden Bush. Dalam aksi itu massa membawa poster menuntut pembebasan Muntadhar al-Zaidi yang saat ini tengah ditahan pasukan keamanan Irak. Mereka juga membawa sepatu yang menggambarkan insiden pelemparan sepatu terhadap Bush. Penguasa boneka Irak merasa malu atas aksi berani al-Zaidi itu, tetapi penguasa itu diam terhadap kejahatan AS yang telah memporakporandakan negeri yang pernah menjadi Islam kuasa pada era Khilafah Abbasisyah tersebut.
Muntadhar al-Zaidi saat ini masih ditahan aparat polisi Irak. Ia terancam hukuman penjara maksimum 7 tahun, jika didakwa melakukan perbuatan agresi terhadap kepala negara yang berkunjung. Padahal, ia hanya mengemukakan perasaannya atas tindakan jahat Bush.

Keberanian yang Dianggap Aib

Sementara itu pemerintah boneka Irak, menganggap aksi lempar sepatu itu sebagai sebuah aib bagi pemerintah Irak. Pelaku pelemparan Muntaer al-Zaidi, 28 tahun, dituding telah menghina negaranya dan tindakannya sebagai 'aksi barbar'.

"Dia akan segera dikirim untuk diadili atas dasar penghinaan terhadap negara Irak," ujar Penasehat Media Perdana Menteri Irak, Yasin Majeed, sebagaimana dilansir Reuters, Senin (15/12/2008).

Pemerintah Irak juga meminta kepada stasiun televisi tempatnya bekerja Al-Baghdadiya, untuk meminta maaf. Alasan pemerintah Irak, Al-Baghdadiya telah membuat aksi pelemparan tersebut seolah-olah sebagai tindakan patriotik.

Namun bagi keluarganya, Muntazer dianggap sebagai pahlawan. Aksi pelemparan tersebut dianggap mewakili perasaan rakyat Irak terhadap penindasan yang dilakukan tentara Amerika Serikat. Tentu saja bukan hanya bagi keluarganya, seluruh kaum Muslim dan masyarakat dunia mengacungkan jempol untuk keberanian al-Zaidi, ketimbang para penguasa boneka Irak.

"Saya yakin banyak rakyat Irak lainnya yang ingin melakukan apa yang dilakukan Muntazer. Muntazer selalu bilang, anak-anak di Irak harus kehilangan ayahnya karena Bush," ujar adik Muntazer, Udai al Zaidi.

Seorang guru Geografi di sebuah sekolah SD di Baghdad mengatakan kebanggaan kepada para siswanya jika mereka melihat video pelemparan sepatu itu. "Semua orang Irak harus bangga atas keberanian orang Irak ini, Muntadhar. Sejarah akan mengingatnya selalu," katanya.

"Saya bersumpah demi Allah, dia adalah seorang pahlawan," kata saudarinya, Umm Firras, ketika ia melihat berulangkali aski saudaranya itu melalui stasiun satelit Arab. "Semoga Allah melindunginya," lanjutnya lagi.

Al-Zaidi bergabung dengan televisi al-Baghdadia pada bulan September 2005 setelah ia lulus dari Universitas Baghdad dengan memperoleh gelar sarjana komunikasi. Ia sempat ditangkap oleh tentara Amerika pada bulan Januari.

Siapa yang Seharusnya Meminta Maaf?

Perdana Menteri Irak Nouri al-Maliki mendesak stasiun televisi al-Baghdadia, tempat di mana al-Zaidi bekerja, untuk menyampaikan permintaan maaf secara terbuk.

"Tindakan itu merusak reputasi jurnalis Irak dan jurnalisme pada umumnya," demikian statemen kantor PM Irak seperti dilansir San Francisco Chronicle, Selasa (16/12/2008).

Pihak al-Baghdadia malah memasang foto Zaidi di sudut layar seharian penuh. Bahkan, stasiun televisi itu mengundang para penonton untuk menyampaikan opini mereka. Hasilnya, sebagian besar penelopon mendukung tindakan al-Zaidi yang melempar sepatu ke muka Bush.

Wajar, bagi pemerintah Irak aksi berani al-Zaidi itu dianggap sebagai aib, menunjukkan penguasa Irak itu hanyalah penguasa boneka yang lebih memilih menyenangkan tuannya. Mereka menyebut aksi al-Zaidi sebagai kemarahan atas kejahatan Bush sebagai 'aksi barbar', sementara mereka diam terhadap aksi barbar yang sesungguhnya, yang telah dilakukan oleh Bush dan sekutunya di negeri tersebut.

Al-Zaidi yang sesungguhnya ia hanya mengungkap kemarahan atas tindakan brutal yang telah menewaskan kaum Muslim di Irak, diatahan dan tempat ia bekerja didesak untuk menyampaikan permohonan maaf. Sementara itu Bush yang tangannya berlumuran darah atas kaum Muslim di negeri tersebut, dibiarkan begitu saja. Sungguh, sikap penguasa yang tak memiliki keberanian dan harga diri.

Sebenarnya Rasulullah telah menggambarkan hal ini seperti dalam sabdanya, "Kelak umat-umat lain akan mengerumuni kalian seperti orang-orang yang lapar mengerumuni hidangan mereka. Salah seorang bertanya, "Adakah karena jumlah kita sedikit pada saat itu?", Nabi Saw. menjawab, "Tidak, pada saat itu jumlah kalian banyak, namun kalian seperti buih di lautan. Allah akan menghilangkan perasaan takut dari hati musuh kalian dan Allah akan mencampakkan "wahn" ke dalam hati kalian". Salah seorang bertanya, "Apa itu wahn ya Rasulullah?" Nabi Saw menjawab, "Cinta kehidupan dan takut kematian." (HR. Abu Dawud dan Ahmad)

Demikianlah kondisi umat Muslim saat ini, ketika pelindung mereka tiada. Sementara para penguasanya lebih mencintai kehidupan dan takut kematian, mereka tidak berani menghadapi kebrutalan AS, yang terjadi malah berjabat tangan dengan penguasa yang berlumuran darah itu. Hanya Khilafah yang akan segera mengadili tindakan jahat Bush, menghentikan ketakutan para penguasa boneka. Khilafah juga akan mengakhiri penderitaan yang menimpa dunia Muslim, termasuk di Irak. Insya Allah, takkan lama lagi! [mh/dtk/ap/syabab.com]
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
 
sepatu untuk bush
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
Bicara MyKhilafah :: Aktiviti Dakwah dan berkaitan-
Navigasi: